IKLAN

Free Website Hosting

Minggu, 08 Februari 2009

UKHUWAH ISLAMIYAH




A. Deskripsi


1. Kisah persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshor
Ketika turun perintah hijrah ke Madinah, serta merta Rasulullah dan kaum muslimin bersiap untuk melaksanakannya. Mereka ( kaum Muhajirin ) bersegera mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya, meninggalkan segala harta benda bahkan keluarganya. Setibanya di Madinah mereka disambut baik oleh penduduk Madinah. Oleh Rasulullah satu orang Muhajirin dipersaudarakan dengan satu orang dari Anshor. Semisal Rasul mempersaudarakan abu Bakar Ash shiddiq dengan kharijah bin Zuhair. Salah satu yang terkenal adalah kisah persaudaraan Abdurrahman bin ‘Auf dengan Sa’d bin Rabi’. Dimana pada saat itu Sa’d bin Rabi’menawarkan separuh hartanya untuk Abdurrahman bin ‘Auf. Bahkan ia juga menawarkan salah satu istrinya untuk Abdurrahman bin ‘Auf. Tapi ia menolaknya dengan halus dan minta ditunjukkan jalan ke pasar untuk berdagang. Dan ternyata dikemudian hari beliau berhasil menjadi pedagang yang kaya raya.
2. Kisah air minum di medan perang
Dari tafsir Al Qurthubi bersumber dari Al – Adawiy dikisahkan : Ketika terjadi perang Yarmuk, aku pergi mencari keponakanku, dengan tujuan untuk memberi minum disaat ia akan mati. Kudapati ia dalam keadaan sakaratul maut, selanjutnya aku dekati dia dengan membawa sedikit air sambil kutanyakan kepadanya, “ Mau minum air ini ?” Ia menganggukkan kepalanya. Tiba – tiba terdengar suara rintihan salah seorang temannya memelas, maka ia mengisyaratkan agar aku menjumpainya, dan setelah kutemui ternyata ia adalah Husain bin Ash. Lantas aku berkata, “ Mau minum air ini ?” Ia menganggukkan kepalanya, akan tetapi ia kemudian menolak setelah mendengar ada orang lain yang merintih pula, lalu ia mengisyaratkan agar aku menjumpainya. Ketika kujumpai ternyata ia telah syahid. Kemudian aku kembali pada Husain, maka ia pun telah syahid dan aku bergegas keponakkanku ternyata ia sudah syahid pula. Akhirnya, ketiga orang itu tak satupun yang meminum air tersebut karena mereka lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya.

B. Defiisi / Pengertian ukhuwah
Ukhuwah Islamiyah pada hakikatnya adalah pemberian dan nikmat dari Allah SWT, seperti firman-Nya dalam Al – Qur’an Surat Ali Imran ayat 103 :
Silahkan buka Al – Qur’annya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Ukhuwah Islamiyah adalah kekuatan iman dan spiritual yang melahirkan perasaan yang dalam terhadap kasih sayang, mahabbah ( kecintaan ), kemuliaan dan rasa saling percaya terhadap sesama orang yang terkait dengan aqidah Islam, Iman dan Taqwa.
Imam Hasan Al Bana pernah mengatakan bahwa landasan pokok seorang muslim adalah aqidah dan ukhuwah. Demikian pentingnnya ukhuwah ini, kita dapat melihat dalam siroh bagaimana Rasul terlebih dahulu melakukan / mengikat persaudaraan antara kaum Muhajirin dan anshor sebelum melaksanakan hal – hal lain ketika hijrah ke Madinah. Rasulullah menjadikan persaudaraan tersebut sebagai asa bagi prinsip – prinsip keadilan sosial yang telah terbuktikan sebagai sistem sosial paling baik di dunia. Prinsip – prinsip keadilan ini kemudian berkembang dan mengikat menjadi hukum dan undang – undang syariat yang tetap. Tapi kesemua hukum dan undang – undang syariat ini terbentuk berdasarkan pada basis pertama yaitu ukhuwah Islamiyah.

C. Nikmat ukhuwah Islamiyah
Begitu besar nikmat yang Allah janjikan bagi mereka yang saling mencintai dan menyayangi karena Allah semata. Keutamaan / nikmat – nikmat tersebut antara lain :
1. Wajah mereka akan bersinar ( H.R. Abu Dawud )
2. Dosa mereka diampuni ( H.R. Tabrani )
3. Pada hari kiamat mereka dibawah naungan ‘arsy ( H. R. Muslim )
4. Berada dalam naungan Mahabbah Ilahiyah ( H. R. Muslim )
5. Berada dalam surga Allah dan keridhaan-Nya ( H. R. Tirmidzi )
6. Merasakan manisnya iman ( H. R. Bukhari – Muslim )

D. Membangun Ukhuwah
1. Aqidah sebagai dasar
Persaudaraan harus didahului oleh aqidah yang menjadi ideologi dan faktor pemersatu. Persaudaraan antara dua orang yang saling berbeda aqidah dan pemikiran adalah mimpi dan khurafat, apalagi jika aqidah atau pemikiran tersebut akan melahirkan perilaku tertentu dalam kehidupan nyata.
Karena itu, Rasulullah SAW menjadikan aqidah Islamiyah yang bersumber dari Allah SWT sebagai asas persaudaraan yang menghimpun hati para sahabatnya dan menempatkan semua manusia dalam satu barisan ‘ubudiyah hanya kepada-Nya tanpa perbedaan apapun kecuali ketaqwaan dan amal shalih. Karena tidak mungkin persaudaraan, saling tolong menolong dan saling mengutamakan dapat berkembang diantara orang – orang yang dipecah – pecah oleh aqidah dan pemikiran yang beraneka ragam, yang masing – masing senantiasa memperturutkan egoisme dan hawa nafsunya sendiri.
Persaudaraan yang ditegakkan oleh Rasulullah SAW diantara para sahabatnya bukan sekedar syi’ar yang diucapkan, tetapi merupakan kenyataan yang terlihat dari realitaskehidupan dan menyangkut segala bentuk hubungan yang berlangsung antara Muhajirin dan Anshor.
Adanya hak waris berdasarkan ikatan ukhuwah sebelum turun Al – Qur’an surat Al – Anfal ayat 75, tanpa ikatan keluarga dan kerabat dimaksudkan untuk menampakkan ukhuwah Islamiyah sebagai hakekat yang dirasakan secara nyata. Juga supaya diketahui dan disadari bahwa ikatan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim bukan sekedar slogan yang diucapkan, tetapi lebih dari itu merupakan sesuatu yang memiliki berbagai konsekuensi sosial.
Menyangkut hikmah dihapuskannya hak waris berdasarkan ukhuwah ini, ternyata sistem pembagian warisan yang pada akhirnya ditetapkanpun tidak jauh berbeda. Sebab, sistem pembagian warisan yang secara final ditetapkan juga didasarkan pada hukum ukhuwah Islamiyah, yakni orang yang berlainan agama tidak boleh saling mewarisi.
2. Tahapan dalam berukhuwah
1. Taaruf / perkenalan
2. Tafahum / saling memahami
3. Tanasuh / saling menasehati
4. Taawun / saling menolong
5. Takaful / saling melindungi
6. Itsar

Jumat, 06 Februari 2009

PROBLEMATIKA UMAT


Dari generasi ke generasi permasalahan umat akan selalu muncul sepanjang sejarah peradaban umat itu sendiri. Hanya ruang dan waktu saja yang membedakan corak permasalahan, namun mempunyai substansi yang sama.
Pada dasarnya problematika umat terbagi dalamtiga bagian, yaitu :
A. Qadhiyah Nafs ( Problematika Kejiwaan )
Masalah ini merupakan penyakit / gejala individual. Jadi dalam pencegahannya / pengobatannya dilakukan secara individual ( Fardiyyah ) yaitu dengan Tazkiyatun Nafs. Karena secara kodrati, manusia lahir ke dunia ini dibekali dengan 3 sifat utama, yaitu :
1. Muyul / Kecenderungan - Kecenderungan :
Sifat muyul ini lebih banyak dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Jadi, diperlukan lingkungan yang islami agar sifat muyul itu sesuai dengan fitrahnya yaitu islam.
2. Gharizah / Naluri
Manusia, selain dibekali dengan sifat muyul. Dibekali pula naluri untuk melakukan sesuatu, misalnya : naluri untuk makan ketika lapar, minum ketika haus, naluri meneruskan kelangsungan hidup dan lain sebagainya. Sifat ini merupakan pembawaan manusia.
3. Syahwat
Untuk melengkapi keberadaannya, maka manusia dibekali syahwat untuk melakukan aktifitas hidupnya. Dengan syahwat ini pula orang dapat terjerumus pada aktifitas – aktifitas yang negatif baik secara moral maupun agama.

Ketiga sifat inilah yang melandasi aktifitas manusia, oleh karena itu harus mendapat arahan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta yaitu Alloh SWT. Dalam hal ini Al – Qur’an lah sebagai suatu ketetapan yang postulat dalam mengarahkan dan membimbing manusia. Dengan demikian, penyakit – penyakit kejiwaan yang muncul dari manusia itu disebabkan karena jauhnya manusia dari ketetapan – ketetapan hukum yang postulat yaitu Al – Qur’an. Adapun penyembuhannya adalah dengan tazkiyatun Nafs melalui shalat malam, dzikir, aktifitas - aktifitas ibadah lainnya. Kecuali itu dengan melakukan proses pembinaan untuk mendalami Al – Qur’an. Dengan demikian perubahan kejiwaan pada tiap – tiap individu merupakan syarat mutlak menuju masyarakat yang lebih baik.

B. Qadhiyah Mu’ashirah ( Problematika Kontemporer )
Problema ini bersifat bersama, dengan demikian pemecahannya pun tidak dapat dilakukan sendirian, tapi secara ter-organisasi dan rapi melalui proses pembinaan. Secara historis, problema umat dibagi dalam 2 pokok permasalahan, yaitu :
1. Al – Inhirat ( Penyimpangan )
Pada fase ditandai dengan adanya :
- Penguasa yang kejam;
Sejarah mencatat, bahwa banyak sekali penguasa – penguasa diktator yang membantai kaum muslimin di beberapa negara. Padahal mereka beragama Islam, akan tetapi mereka phoby (takut) terhadap ideologi Islam. Bahkan pernah terjadi juga di Negara kita, Indonesia.
- Penyimpangan ajaran Islam;
Ajaran Islam telah diwarnai oleh berbagai pemikiran manusia, sehingga muncullah bermacam – macam bid’ah di kalangan masyarakat kita.
- Munculnya penyeru – penyeru ke neraka;
Pengaruh informasi, dalam hal ini besar sekali pengaruhnya terhadap peradaban umat Islam dan kaum muslimin yang kebanyakan berasal dari dunia ketiga. Berbagai informasi, alam filsafat dan ideologi kafir telah banyak disebarkan musuh – musuh Islam dewasa ini. Akibatnya tidak sedikit generasi muda Islam yang menerima mentah – mentah produk pemikiran dan ideologi mereka.
Pada akhirnya generasi ini membenci ideologinya sendiri yaitu Islam. Memang suatu dilematika bagi kaum Muslimin dewasa ini, di satu sisi kita tidak boleh ketinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan, disisi lain ilmu empiris yang kita terima telah dilandasi oleh teori dan ideologi tertentu yang bertujuan menghancurkan Islam.Bahkan itu terjadi juga pada para ustadz, kyai dan mereka yang ngaku para ulama ( QS 3: 69 s/d 72 ).
Mereka phoby terhadap ideologi Islam, bahkan sekarang ini mereka berani mengeluarkan fatwa haram tentang rokok dan pemilu. Bukankah setiap orang itu di atur oleh Alloh SWT apalagi jika mereka Islam, jadi dalam melakukan sesuatu itu harus minta izin dulu pada Alloh SWT / meminta petunjuk dari-Nya. Ahhhhhhhhhh pusing, mungkin saya yang gila, bego, tolol atau mereka sendiri yang gila.
Wallahu’alam bis showab.

- Penghambatan pelaksanaan ajaran Islam
Sebagai konsekuensi dari kevakuman kekhalifahan umat Islam dewasa ini, maka umat Islam berada di bawah kekuasaan pemerintah yang menggunakan hukum selain Islam. Akibatnya dalam aktifitas kegiatannya, kaum muslimin selalu dibatasi.

2. Amradu Al – Isti’mariyah ( Penyakit peninggalan Penjajah )
Setelah perang salibberakhir, maka dimulailah etape baru dalam sejarah peradaban umat Islam. Yaitu penjajahan negara – negara barat ( Kristen ) atas dunia Islam. Akibatnya tidak hanya kerugian di bidang ekonomi melainkan meliputi beberapa hal antara lain :
- Kekacauan Pemikiran
Pukulan yang terberat yang telah ditimpakan oleh penjajah pada kita bukanlah di bidang politik atau ekonomi, melainkan di bidang pemikiran dan mental. Akibatnya generasi kita, kaum muslimin mengalami kekacauan dalam berpikir.
- Kekotoran Jiwa
- Keterbelakangan
Mengentas keterbelakangan umat memerlukan proses pembinaan yang lama dan panjang. Dan hal ini harus dilakukan kaum muslimingenerasi sekarang dan yang akan datang.

C. Al – Quwwatul’ alamiyah ( Kekuatan Internasional )
Kekuatan internasional ini terbagi dalam 3 kekuatan :
1. Harakatul Yahudi ( Gerakan Yahudi )
2. Harakatul Nashara ( Gerakan misi Kristen )
3. Harakatul Musyrikin ( Gerakan Musyrikin )

Ketiga kekuatan ini dicorongkan untuk menghancurkan Islam, dengan pendekatan yang berbeda, namun mempunyai tendensi yang sama yaitu menghancurkan Islam sampai keakar - akarnya.
Merupakan tanggung jawab kitalah sebagai kaum muslimin untuk ikut berpartisipasi mengentas permasalahan umat dewasa ini. Memang disadari atau tidak, pembinaan merupakan prioritas utama dalam mengentas permasalahan umat. Tanpa itu hanya akan merupakan pekerjaan yang sia – sia dan tidak mengarah.
Adapun yang merupakan problema yang mendesak adalah bagaimana menyusun sistem pembinaan yang Islami, sehingga mampu menjawab tantangan zaman di era globalisasi ini. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa sintesa antara ilmu – ilmu empiris yang diimbangi dengan konsep – konsep Al – Qur’an serta disiplin ilmunya itulah barangkali suatu sistem pembinaan periode mendatang.
Akhirnya sejauh manakah keterlibatan kita dalam proses perubahan ini ...?
Dan apa pula usaha – usaha yang telah kita kerjakan serta program – program yang kita rancang untuk masa mendatang.

Rabu, 04 Februari 2009

Mau Dapat Uang Dari Internet Dengan Modal Seadanya ....???

Pasti anda semua bertanya – tanya, bagaimana cara mendapatkan uang dari internet dengan modal seadanya ...??? Terutama bagi anda semua yang awam tentang dunia internet atau dunia maya. Sebenarnya cara untuk mendapatkan uang dari internet itu bisa di bilang sangat mudah.
Tapi, ada syaratnya coy ....?????? Penasaran, apa saja sih syaratnya ...???

Syaratnya ada 2 :

1.Tentu saja uang buat modal awal. Tapi santai saja coy, uang yang dibutuhkan masih terjangkau dengan isi dompet kita. Pasti anda kembali bertanya – tanya, berapa sih uang yang harus saya jadikan modal ....???? Ok coy, uang yang dibutuhkan hanya sebesar Rp. 10.000,- . Tapi kalau uang sebesar itu masih terlalu “ MAHAL “, cukup dengan Rp. 5.000,- atau batas minimal Rp. 3.000.-.

2.Nah syarat yang terakhir dan yang paling mendukung, adalah bahasa Inggris. Jika anda semua bisa bahasa Inggris, insya Alloh semuanya pasti lancar. Amien.


Gimana, anda sudah memenuhi ke - 2 syarat diatas tadi. Nah bila anda sudah memenuhi ke – 2 syarat diatas, kita bisa langsung nyari uang dari internet. Tapi bagaimana bila anda belum memenuhi ke – 2 syarat diatas, contohnya anda hanya bisa memenuhi syarat yang ke – 1 atau ke – 2 saja. Tentu itu percuma, karena syarat yang tadi, saling mendukung jadi anda mau tidak mau harus memenuhi ke – 2 syarat diatas. Tapi kalau anda hanya bisa memenuhi salah satu syarat saja, ga usah khawatir coy, anda bisa nyari teman buat jadi partner anda. Kemudian jelaskan pada teman anda itu. Nah jika anda sudah mendapatkan teman kita bisa langsung nyari uang dari internet.

OK coy, kita langsung bahas saja, cara bagaimana mendapatkan uang dari internet dengan modal seadanya ...????? Saya sarankan anda gunakan fasilitas yang ada, seperti komputer pribadi ,HP alias hand phone atau pergi saja ke warnet. Nah setelah itu langsung saja buka situs :


1.A.W. Survey.com
http://www.awsurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=Mr.%20T

2.Clixsense.com
http://www.clixsense.com/?2690003


Setelah itu, anda daftar dulu dan mulailah nyari uang dari internet. Lumayankan buat uang tambahan, bisa mendapatkan $ 75 sampai $ 100.

OK, SELAMAT MENCOBA COY !!!!!!!!!!!!!!!!!!


Nb : Khusus bagi anda yang muslim, jangan lupa keluarkan infaknya 2,5 %
dari penghasilan anda. Biar uangnya berkah dan sebagai tanda syukur kepada
Alloh SWT.

Kamis, 29 Januari 2009

Jalan Menuju Ma’rifatulloh

1. Muatabah

Dari segi bahasa muatabah berakar dari kata “ taba “ yang karena pengaruh perubahan bentuk bisa menjadi kata “ inabah / muatabah “. Kata ini secara hakiki mempunyai arti penyesalan dan secara lughowi muatabah adalah meninggalkan dosa2x seketika dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi.

Taubat # QS 66 : 8.

a) Taubat dibagi menjadi 3 :
  • Taubatul ‘am: Taubatan yg d lakukan scara umum, bila seseorang telah melakukan p’rbuatan yg menyimpang dari aturan2x yg telah d gariskan agama ( Taubatul ‘am ) QS 24 : 31
  • Inabah : kembali dari yg baik menuju kepada yg lebih baik demi memohon keridhoanAllah. QS 50 : 32 – 33
  • Taubatul rasul : p’rtaubatan yg d lakukan oleh para Nabi & Rasul. QS 9 : 82

b) Kewajiban bertaubat :
  • Seorang muslim harus b’rtaubat. QS 2 : 222, 24 : 31,66 : 8
  • Secara hakiki manusia adalah mahluk lemah yg tidak memiliki kekuatan, daya & upaya untuk t’rlepas dari salah & dosa.
  • Pendekatan diri kepada Allah yg d mulai dg upaya penghapusan dosa dlm p’rtaubatan.
c) 3 Prinsip dlm Menyikapi P‘rgaulan dg Sesama Manusia :
  • Mengalah
  • Ikhlas dlm setiap amal dan gerak langkah
  • Pemaaf

2. Muroqobah

Secara harfiyah bisa d artikan awas – mengawasi / berintai2xan. Sementara muroqobahdalam pandangan tassawuf ada 2 definisi :
  • Menurut Al – Qusyairi, muroqobah adalah bahwa hamba tahu sepenuhnya bahwa Allah selalu melihatnya.
  • Menurut Abdul Aziz Ad – Darainy, muroqobah adalah tahu bahwa sesungguhnya Allah mendengar, mengetahui dan melihat.
Dari ke-2 definisi t’rsebut, kesimpulan yg dapat d tarik adalah bahwa muroqobah ialah suatu keadaan seseorang yg menyakini dg sepenuh hati bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi manusia.

QS 2 : 186, 50 : 16

# Dasar2x Hukum Muroqobah :
  • QS 2 : 186
  • QS 50 : 16
  • QS 57 : 4
  • QS 67 : 13
  • QS 96 : 14

@Hadist : Dari Ubadah Bin Shamit r.a : Rasululloh SAW bersabda : “ Semulia – mulianya iman seseorang adalah bahwa ia tahu sesungguhnya Allah beserta dia dimana saja berada. “

NB : Hadist d atas sebenarnya saya tidak tahu siapa rawinya, tapi karena di Al – Qur’an ada rujukannya maka saya berani menampilkan hadist ini. Jika di antara kalian ada yang tahu siapa rawinya tolong beri tahu saya.

# 2 Sebab Mengapa Manusia Tidak Merasa Di Awasi Oleh Allah :
  1. Banyaknya kesibukan untuk mengurusi urusan2x dunia yang tidak sedikitpun urusan tersebut ada orientasinya kepada Allah.
  2. Banyaknya dosa yang telah terbiasa d lakukan.
# Buah Dari Muroqobah, ada 3 :

1) Haya’ ( Sifat Malu )

“ Malu dan iman merupakan 2 hal yang tidak bisa d pisahkan. Jika yang satu tiada maka yang lainnya pun tiada pula. “

# Ada 3 macam malu :
  • Malu terhadap manusia
  • Malu terhadap diri sendiri
  • Malu terhadap Allah
“ Malu yg sebenarnya adalah kamu bisa menjaga kepala & pikiranmu, perut & isinya dan hendaklah kamu mengingat mati dan kebinasaan, Barangsiapa yg menginginkan kesenangan hidup d akherat, maka hendaklah meninggalkan hiasan kesenangan hidup d dunia dan lebih memilih akhirat daripada dunia. Barangsiapa yg melakukan itu, maka dia benar2x malu kepada Allah. “

2) Haibah ( Hormat )

Tumbuhnya perasaan haibah kepada Allah. Haibah d sini d mana seseorang mengagungkan Allah atas dasar haibah, dan tidak berani karena takut. Dalam rasa haibah ini sesungguhnya menumbuhkan perasaan takut.

3) Ta’dzim ( Memuliakan )

Artinya mengagungkan / membesarkan. Buah tindakan dari muroqobah setelah rasa malu dan hormat kepada Allah adalah tertanam rasa memuliakan – Nya.

3. Mujahadah

Adalah jika seseorang mempunyai keinginan kemudian d sertai kemauan untuk berbuat dan berusaha untuk mendapatkannya pastilah orang tersebut akan mendapatkannya. Arti lainnya adalah penekanan nafsu dari hal2x yang menggiurkan dan pelaksanaan melawan keinginan hawa nafsu tersebut pada setiap saat.

# Sumber Pengambilan Kata Mujahadah :
  • QS 22 : 78
  • QS 29 : 69

“ Kita kembali dari perjuangan yang kecil menuju pada perjuangan yang besar, yaitu perjuangan melawan Hawa Nafsu. “

4. Musyahadah

Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan Mujahadah, niscaya Allah akan memperbaiki Sirnya / Hatinya dengan Musyahadah. Musyahadah adalah nampaknya Allah pada hamba – Nya d mana seorang hamba tidak melihat sesuatu apapun dalam beribadah kecuali hanyalah menyaksikan dan menyakini dalam hatinya bahwa ia hanya berhadapan dan d lihat oleh Allah.

# Ada 4 Tingkatan Musyahadah :
  • Mati Tabi’iàDzikir qolbi
  • Mati Ma’nawià Dzikir Lathifatur Ruh
  • Mati SuriàDzikir Lathifatur Sirri
  • Mati HisiàDzikir Lathifatur Hafi
5. Mukasyafah

Mukasyafah mempunyai arti terbuka tirai. Tirai d sini adalah sebuah tabir gelap yang menghalang2xi syuhudnya seorang hamba kepada Tuhannya.

# Mukasyafah terbagi 2 :
  • Mukasyafah Rubbubiyah artinya adalah terbuka tirai ke – Tuhanan.
  • Mukasyafah Ghaibiyah artinya adalah terbuka tirai keghaiban.
6. Mahabah

Secara harfiyah mahabah adalah CINTA. Tetapi apakah hakekat cinta itu …..???????? secara teori, cinta adalah sebuah perilaku emosional yang jauh sekali hubungannya dengan perilaku rasional.

# Buah Mahabah Kepada Allah :

1) Al – Uns

Mempunyai arti suka cinta jiwa / rasa suka dan kegembiraan yang tiada tara karena terjadinya mukasyafah kepada Allah dengan segala keindahanm dan keparipurnaan – Nya saat Taqorrub kepada Allah.

2) Wushul

Adalah manakala seorang hamba d bukakan pesona Al – Haq dan ia tenggelam d dalamnya. Menurut kebanyakan Sufi, Wushul adalah buah dari musyahadah.

3) As – Syauq

Biasa d artikan rindu. Rindu adalah merupakan perasaan yang bersatu padu dengan rasa cinta.

7. Ma’rifat

Bila d lihat segi bahasa mempunyai arti pengetahuan ( Pengetahuan yang tidak menerima keraguan lagi ). Jadi artinya adalah suatu pengetahuan yang d dasarkan atas keyajinan yang penuh terhadap sesuatu hingga hilanglah suatu keraguan. Jalan menuju ma’rifatullah adalah mengenali hakikat manusia dan mengenali eksistensi Allah.

NB : Jika anda membaca tulisan ini, tolong baca dengan hati – hati dan cermati setiap kata per katanya. Apalagi jika anda jarang mempelajari “ TAUHID “ !!!!!!!!!

Maaf, tulisan d atas merupakan pendapat saya, jadi jika ada yg b’rbeda pendapat maaf saja. Karena p’rbedaan merupakan karunia dri Allah. Contohnya : jari jemari kita sendiri, mereka semua b’rbeda tapi mereka tak pernah mempersoalkan perbedaan itu malahan mereka salaing mendukung satu sama lainnya, dan itulah “ ISLAM “.